http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png

Senin, 23 September 2013

“ GREEN KALTIM “ KINI TERPURUK DIDASAR RETORIKA




( Oleh : ARIE YANNUR )

Sejak di deklarasikannya GREEN KALTIM tanggal 7 Januari 2010 oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, sampai saat ini ,program ini tidak berjalan dengan signifikan , begitu pula luasan yang sudah ditanam .
Bagaimana tidak Program GREEN KALTIM , terkesan hanya sebuah Wacana dan Retorika serta aktivitas Ceremonial belaka. Program tersebut dilakukan dengan setengah hati,hal itu terbukti makin banyaknya pembukaan lahan baru untuk Perkebunan Kelapa Sawit & Pertambangan Batu Bara . Bukan rahasia umum lagi, aktivitas penanaman banyak dilakukan hanya pada acara-acara yang Ceremonial,penanaman banyak dilakukan di Perumahan-Perumahan yang seharusnya menjadi tanggung jawab para depeloper itu sendiri, Aktivitas penanaman juga terkesan hanya mengejar sensasi dan ekspose media belaka.
Belum lagi ketika berbicara dana Jaminan Reklamasi ( JAMREK ) sampai saat ini tidak ada data yang Valid semasekali, berapa besaran dana yang terkumpul dan sudah berapa Hektar Lahan yang dilakukan Reklamasi dan Reboisasi sampai saat ini.
Hutan Kalimantan, secara umum serta Kalimantan Timur Khususnya memeiliki Keaneka ragaman hayati yang tinggi namun Carut marutnya system  pengelolaan kawasan hutan oleh pemerintah  menyebabkan semakin terdegradasinya kawasan hutan Kalimantan Timur,
Aktivitas pengangkutan hasil eksploitasi SDA Kalimantan Timur, setiap hari silih berganti baik di darat maupun sungai, hal ini juga berdampak pada hancurnya Infrastruktur milik masyarakat, kesehatan masyarakat tidak lagi diperhitungkan, debu-debu setiap hari mengisi paru-paru masyarakat Kalimantan Timur, sementara hutan yang di harapkan sebagai pengimbang dan juga sebagai sarana untuk menekan Pemanasan Global ( Global Warming ) semakin memprihatinkan, tiap sudut pulau Kalimantan Khususnya Kalimantan Timur mengalami kehancuran, kawasan konservasi juga tergadai oleh kepentingan Mega Proyek.
Contoh kecil adalah yang terjadi pada Tahura Bukit Soeharto dan HL Sungai Wain,semakin hari semakin terancaman oleh eksploitasi Sumber Daya Alam seperti pertambangan batu bara & perkebunan kelapa sawit begitu pula pembangunan mega proyek infrastruktur yang kurang bersentuhan langsung bagi kepentingan masyarakat  bawah.
Lalu apakah artinya Program GREEN KALTIM tersebut ? bila pada kenyataanya hanya terkesan sebagai sensasi belaka, Penanaman hanya di lakukan pada saat acara-acara Ceremonial belaka, bahkan tidak tepat sasaran semasekali. Bukankah Niat Program ini mulia, namun Ironisnya tidak dibarengi dengan Aksi nyata yang tepat , Sering terlihat dimedia para pejabat hanya Action belaka, dengan senyum merekah penuh kebohongan asalkan terekpose media. One Man Five Tress,Adilkah saat masyarakat menanam 5 bahkan 100 pohon, namun saat itu pula ijin –ijin Eksploitasi SDA  bertebaran diterbitkan . Bukankah sebuah kebijakan seharusnya Bijak .? namun yang terjadi justru sebaliknya kebijakan yang dibuat hanyalah sebuah sensasi bahkan terkesan bagian dari Arogansi kekuasaan belaka. Akhirnya kami hanya bisa berharap Program GREEN KALTIM…haruslah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar Hutan Kalimantan Timur kembali lestari,serta berdaya guna untuk masyarakat . Global Warming haruslah kita cegah bersama dengan dengan secepatnya ,dengan menjadi seluruh pungsi Ekosistem Bumi, begitu pula dengan alam  Kalimantan secara keseluruhan .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar