http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png

Minggu, 14 Juli 2013

“PAGI DI PERSIMPANGAN “




(ARIE YANNUR , Sabtu ,130713)


Pagi ini saat butir embun masih membasahi pucuk-pucuk daun yang menguning.
Para pribumi termangu diteras kegamangan , menatap kecongkakan para durjana.
Keciap burung-burung didahan isyaratkan kegelisahan, masihkah ada harapan hutanku,
Masihkah ada harapan ? bila mesin-mesin menderu tanpa henti membabat setiap jengkal tanah kami.
Para pribumi yang terluka berada disimpang jalan, bingung ditengah penjajahan para durjana yang tidak lain adalah para saudaranya sebangsa.
Ada tangis yang tertahan, ketika butiran air mata menjadi serapah , ada tangis yang tak bersuara ketika bening-bening memerah menjadi amarah.
Haruskah kami tak peduli lagi akan Azasi, ketika hak Azasi kamipun dirampas paksa oleh kebodohan para ksatria berwajah srigala.
Rabb….Kami tak ingin lagi ada warna merah mengaliri lembah-lembah,kami tak mau lagi melihat butiran bening embun itu juga menjadi darah.
Kami tak ingin lagi ada pekik ragangan nyawa , karena kami ingin damai ditanah ini..tanah Kalimantan.

Jangan pupuskan rasa sabar kami…!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar