http://img1.blogblog.com/img/icon18_wrench_allbkg.png

Senin, 15 Desember 2014

“CAPUNG - CAPUNG”

“CAPUNG - CAPUNG”
Oleh : Arie Yannur ( 1/12/14 )
Rabb aku di sini, di antara hamparan kefanaan.
Sejak Adzan menyapa tangis pertamaku,
Sejak lampin pertamaku diganti ibu,
Aku berjalan mengarungi samudera fitrahku
Jauh Sudah rasanya aku melangkah,
aku tahu rasanya pilu, Aku tahu rasanya sakit,
Aku memahami perasaan ibu ,saat aku masih menjadi malaikat kecil dipangkuannya.

Rabb, Aku masih disini, meneruskan langkah fanaku di antara Ilalang .
Ku lihat capung - capung terbang , matanya tak pernah tertutup.
Rabb , Inikah gambaran untukku , karena ku yakin kau tak pernah lalai mengawasi langkahku ..??
Aku lelah,ragaku dibasahi peluh , Aku dahaga Yaa Rabb.
Wahai Khalik ku , jamahlah aku.
Berikan kompas pada jalanku,
Agar langkahku tetap terarah walau terseok.
Seperti dulu ….. saat aku belajar melangkah dan terjatuh.
Namun lembut senyum Ibuku, membuat tekadku tak pudar untuk melangkah . Agar aku bisa terlelap dalam dekapan kasihnya.

" 101 TOKOH DAYAK YANG MENGUBAH SEJARAH"

" BUKU 101 TOKOH DAYAK YANG MENGUBAH SEJARAH"

Aku hanyalah orang biasa . Perjuanganku belum apa - apa, Aku pun tak ingin dikenang dalam perjuangan ini, karena yang kutahu ini adalah kewajibanku. Aku hanya ingin harmonisasi terjalin antara Alam dan Manusia , Aku ..................Hanyalah Orang biasa.

 ( Terima Kasih untuk Penulis : Masri Sareb Putra  / Sebuah )

" KALIMANTAN NASIB MU KINI "

" KALIMANTAN NASIB MU KINI "
Oleh : Arie Yannur 09/12/14

Bukan rahasia lagi bahwa Pulau Kalimantan dengan luasan hutannya yang berkisar kurang lebih 40,8 Juta H, adalah salah satu bagian dari paru-paru dunia, namun sangat di sayangkan laju kerusakan hutan ( Deforestasi ) Kalimantan terjadi sangat cepatnya. Berdasarkan data yang yang di rilis oleh Departemen Kehutanan republik Indonesia , Di dapati deforestasi hutan hujan di Kalimantan mencapai lebih sekitar 1,23 juta hektar. itu artinya sekitar 673 hektar hutan di seluruh daerah Kalimantan mengalami deforestasi setiap harinya.

Deforestasi hutan Kalimantan disebabkan oleh adanya eksploitasi dan Eksplorasi secara besar-besaran , sebut saja batu bara.perkebunan kelapa sawit, dan lainnya.Hutan hujan Kalimantan sebenarnya mampu menyerap karbon yang diakibatkan perubahan iklim dari atmoster, Hutan Hujan kalimantan Ibarat busa dia akan menyerap Karbon tersebut, tidak di pungkiri juga bahwa hutan hujan kalimantan adalah hutan hujan tertua di planet ini dan lebih dari 1.400 spesies binatang dan 15.000 jenis tumbuhan ada di Bumi Kalimantan ini, mereka semua terancam kelestariannya.

Pemerintah Indonesia mulai pusat sampai kedaerah seolah lupa diri dan tak bisa menjaga Asset yang ada, semua terlena dengan yang namanyan Investasi yang berkaitan dengan SDA ini, Bumi Kalimantan seolah dijadikan sapi perah , Para Investor tambang international berlomba melakukan Investasi di bumi Kalimantan, hal ini sudah barang tentu menimbulan kerusakan yang fatal bagi kelestarian Alam Kalimantan .Akibat kerusakan tersebut berdampak seringnya terjadi banjir saat musim hujan di pemukiman penduduk, belum lagi ketika dilihat dari sudut pandang kesehatan, hampir semua perairan dan sungai di Kalimantan tercemar bahan-bahan kimia berbahaya, akibat Eksploitas dan Eksplorasi tersebut .

Pada dasarnya Kami GRAPESDA KALIMANTAN, tidak menolak investasi ketika dijalankan sesuai dengan aturan, UUD RI 1945 pasal 33 ayat jelas mengatur tentang pengelolaan SDA, namun kenyataan saat ini semua dikesampingkan , Amanat UUD tersebut terkesan seperti tak bermakna, dari kekayaan SDA Kalimantan ini harusnya bisa mmemberikan kesejahteraan bagi masyarakat kalimantan secara menyeluruh, namun realitanya masyarakat pribumi kalimantan justru berada dalam kemiskinan dan terpinggirkan. Hak-haknya terampas, terkebiri oleh arogansi kekuasaan yang selalu menjadi Backup para pengusaha yang nakal.
Hampir semua daerah di kalimantan kekurangan pasokan listrik, padahal kita punya SDA pembangkitnya, harga BBM mahal padahal kalimantan adalah daerah produsen minyak . Ini sebuah kebodohan yang nyata.Hal ini tentu saja terjadi karena tidak adanya keberpihakan pemerintah kepada masyarakat itu sendiri, Semua hanyalah sebatas bualan dan retorika belaka. Bumi Kalimantan semakin suram setiap detik terus bergerak menuju kehancuran tersistematis oleh kerakurasan dan pembiaran di negeri ini .

WAJAH DI TELAPAK REMBULAN

WAJAH DI TELAPAK REMBULAN
Oleh : Arie Yannur.12/12/14

Dibalik malam yang mengurai bait - bait kerinduan.
Saat desah angin memecah kesunyian, aku terpaku.....
Saat malam bersenggama dengan rembulan, aku tak peduli .
Kelana hayalku terus saja berlari menujumu.

Kisahmu dan kisahku ...... adalah riak perjalanan, Karena masa lalu adalah sebuah hamparan kitab-kitab usang, biarlah ku lukis kelembutan wajahmu di balik gempita bintang yang bersaksi pada kegelapan.

Biarlah kutaburi peraduan dengan wewangian ampas-ampas impian.
Bidadari........ tetaplah dipikiranku hingga gairahmu pun padam
Biarkan erangan itu kian tertahan, Biarkan kuikmati indah wajahmu dibalik temaram bias rembulan .

“ MAHAKAM RATAPMU TAK TERDENGAR “

“ MAHAKAM RATAPMU TAK TERDENGAR “
Oleh : Arie Yannur ,14/12/14

Mahakam….Kau lukisan indah yang tergores di Kanvas cair Ilahi ,ceritamu terpampang dalam galeri figura kehidupan kami. Bentangmu adalah nadi - nadi yang mengalirkan rangkaian darah kehidupan. Dahaga kami kau tuntaskan lewat riak-riak lembut yang memecah gelombang.
Mahakam….Kemuliaan mu tak terbantahkan, saat Pesut – pesut itu menari riang disela gemuruh aktivitas makhluk berakal .Namun tampak olehku kau sedang menangis bersama guratan lumpur berwarna gelap. Kau torehkan kisahmu kini.
Kentang kisah nestapa…………………..
Kisah tentang terkoyaknya harmonimu dengan manusia. Tangismu adalah tangis kegelisahan , Saat kau larutkan racun-racun di arusmu tanpa maumu. Pesut-pesut itu pun menari dengan ketakutan , kebimbangan menyelimuti setiap detak jantung penghuni alam ,masihkah aku sanggup bertahan saat detik-detik itu mengantarkan aroma kematian….. ? itu rintihmu , Sementara mahkluk berakal yang kau sayangi itu menepuk dada keangkuhan.
Mahakam….. berhentilah meratapi setiap jengkal kebodohan anak-anak Adam . karena kesombongan dan kebodohan itu mengalahkan naluri mereka….Ratapmu hentikanlah karena gemerlap kehidupan ini membutakan mata hati………Berhentilah……. Ratapmu itu tak akan pernah terdengar..!

Sabtu, 16 November 2013

" ANAK REMBULAN "



Oleh : Arie Yannur

( Sabtu 17/11/13 Malam )

Akulah Anak Rembulan , Memikul beban derita tak berkesudahan.
Biarlah malam meluapkan keletihan,Kala sayapku rapuh terluka.

Akulah Anak Rembulan ,yang mengiringi tangisan ketidakadilan.
Ku tantang badai , disela cibiran dan keangkuhan sang jaman.

Akulah Anak Rembulan....!!!
Yang meneriakan bait-bait perlawanan untuk membungkam keangkuhan para jahannam.

" BAIT SUMBANG SI EMBUN MALAM "


Oleh : Arie Yannur ( Minggu 17/11/13 Malam )

Malam, Sendiri kunanti pagi.
Mengiringi Embun menari meniti helai-helai daun menguning,
Saat anak adam bermimpi memintal matahari.

Bening embun malam segarkan romansa
Cahaya Bintang lintasi batas redup rembulan.
Aku melambung ke alam hayal,
Riak arus Sungai berpagar pepohonan.

Langkahku meninggalkan jejak usang.
Merangkai ribuan kehendak ,
Melepas kan belenggu kesombongan yang tertaut ke egoisan.

Cahaya rembulan redup tak lagi menyilaukan
Seiring bait sumbang nyanyian jiwa.
Disini aku berkawan sepi, sendiri merangkai naluri.

Mimpi indah adalah Fatamorgana.
Melintasi batas ambisi dan kenyataan yang tak terurai
Sungai dan pepohonan itu tetap meratap,walau bening embun membelai ba' jelita malam bergaun di peraduan.

Aku....tetap disini sendiri, merangkai serpihan asa, 
Walau ku tau...ini hanyalah mimpi,

karena jiwa-jiwa manusia terpatri kilau materi.

Malam , Sendiri kunanti pagi.
Bersama perginya embun,yang meninggalkan gaun kesedihan diperaduan.